Sunday, September 28, 2008

Berartikah usahaku?

sudarma

itulah yang saya rasakan ketika saya melakukan kebiasaan rutinku yaitu " sampah yang saya temukan, setidaknya bekas pembungkus makanan yang saya beli selalu saya bawa pulang untuk di buang di tempat sampah atau saya bawa sampai menemukan tempat sampah"

Sampai saat ini saya merasa kalau kebiasaan saya itu tidak ada gunanya, kenapa saya sampai berpikir begitu?? karena perkataan pacar saya ini.


Ayu: ga da gunanya kalau yang disiplin hanya ayank aja, tetep aja sampah banyak.
saya: biarin yang penting usaha.
ayu: Alah 1000:1 tau yank, cuma ayank aja yang sok bersih.
saya: ya biarin, satu lebih baik daripada gak sama sekali, sama kayak lebih baik terlambat daripada gak datang sama sekali(he, bijak juga kata2 seorang sudarma)
Ayu: seratus tahun juga bakalan tetep kotor ( mungkin dia kehabisan kata untuk membuat saya tidak membawa sampah ke rumah)
Saya: ya yang penting nanti bersih (wkwkw mimpi itu kapan terjadi ya?)

itulah sepenggal dialog saya dengan pacar tercinta. Semoga saja semangat saya untuk ikut berpartisipasi dalam memelihara kebersihan tetep berkobar sampai jauh hari, sampai tua :). Apakah masih ada orang di luar sana yang punya pemikiran seperti saya, alamkutercinta, semoga kata2 itu bisa terucap dari semua bibir penduduk indonesia. Amin :)




Posting yang berhubungan



2 komentar:

sawa said...

Jika kita mempercayai bahwa: nggak ada sesuatu yang sama di dunia ini, kita pasti sependapat kalo kita akan memilih behavior yang berbeda dengan yang lain. (biar spesifik gituuu?) Nah, spesifikasi ini pasti sesuai dengan basic budaya (kebiasaan selaku pribadi) kita. Ngomongin alam... banyak yang bilang "alam sudah nggak bersahabat"
Padahal yang terjadi adalah sebaliknya.

Sudarma said...

yup, memang kitalah yang ga bersahabat dengan alam. Alam selalu bersahabat dengan kita. Thank banget buat komentarnya ya.

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar anda untuk artikel ini :)