Sunday, November 30, 2008

Ketika Bade Itu Di Arak

sudarma

ketika bade itu di arak

Buku yang satu ini bener perlu sobat baca. Di dalamnya banyak sekali kisah kenyataan yang dikemas dengan baik dalam bentuk cerita. Hampir semua cerita yang ada di dalam buku ini membekas dan menempel dengan erat di kepala saya.

Ketika Bade Di Arak merupakan kisah seorang koruptor yang sampai mati tetep memiliki pikiran jahat.Dia menyalahkan si dia, si ini pokoknya dia menyalahkan semua orang. Rohnya dia bergentayangn kesana-kemari, lagi di kuburan, lagi di rumahya yang sedang melakukan upacara pengabenan.

Di kuburan, si koruptor yang telah mati di ganggu oleh para leak, di ganggu oleh orang2 yang meninggal karena ulah si koruptor. Si koruptor pada masa hidupnya suka gusur sana, gusur sini sehingga banyak rakyat kecil yang kehilangan tempat tinggal, kelaparan, dan meninggal.

Kejadian paling parah yang di alami oleh si koruptor adalah badenya tidak mau di arak oleh warga desa. Warga desa saking bencinya kepada si koruptor, sehingga mereka semua tidak bersedia untuk mengarak badenya. Lalu sorakan muncul dari arah jalan, dan roh koruptor melihat bade sederhana yang di arak oleh orang banyak, di iringi doa yang khidmat. Yang meninggal adalah seorang petani tua. Sorakan datang dari depan rumahnya, ternyata ada beberapa orang yang mengarak bade si koruptor, tentu saja mereka mengarak bukan karena ikhlas, tapi karena uang.

Di tengah perjalanan ke kuburan, arakan bade si koruptor di cegat oleh massa. “ kami tidak sudi mayat si koruptor di aben di setra kami”. Banyak lagi sumpah serapah yang keluar dari mulut para penduduk. Anak kecil berkata “ Dia yang telah membunuh ayahku”. Seorang janda berkata “ Dia yang membuatku menjanda”. Dan banyak lagi umpatan warga kepada jenasah si koruptor.

Bade yang kokoh dan indah itu di rusak oleh masa, mereka merusak mayat si koruptor, memisahkan menjadi beberapa bagian, pokoke semua hancur. Istri koruptor menangais histeris “ tolong hentikan, maafkan suami saya”. Entak karena desakan si istri atau sebab lain, warga akhirnya tenang dan membiarkan bade itu lewat.

Si koruptor hanya bisa menyesal, kenapa dulu dia begitu kejam kepada masyarakat desanya sendiri, saya hanya mementingkan diri sendiri, berpikir uang bisa menyelesaikan semuanya.

Begitulah synopsis cerita ketika bade itu di arak.
Sekalian memperkuat keyword " Bagaimana berkomunikasi yang efektif ", Kota Gianyar " ( tempat kelahiranku), itu aja deh, malu ama sobat yang baca,he3...




Posting yang berhubungan



6 komentar:

Achiles™ said...

Bisa jadi menambah wawasan nie..thanks utk sharingnya bli..

Dendy said...

Sepertinya bukunya menarik bli :)

artikel kesehatan said...

Bukunya sudah dijual di seluruh toko buku nggak mas ?

nugraha said...

Ngomong bade itu apa ya ? Kalo bahasa sunda, bade itu = mau/akan :)

Septian said...

sudah saatnya para koruptor dan pencuri uang negara membaca buku ini..biar tobat..betul gak? ngomong2 Bede itu apa? gak ngeh ne..

sudarma said...

thank for all untuk komentnya, bade itu adalah tempat untuk membawa jenasah. Nanti pada postingan berikutnya ada gambar bade kok. :)

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar anda untuk artikel ini :)