Friday, May 8, 2009

Mogok Sex, Cara Demo Yang damai

sudarma

Mogok Sex, Cara Demo Yang damai

Untuk pertama kalinya saya mendengar ada yang demo dengan cara mogok sex. Tentu saja cara ini terbilang unix (atau aneh). Yang melakoni demo ini adalah kaum wanita di negeri kenya. Para wanitanya mogok sex dengan pasangan lantaran kondisi politik yang tidak kondusif. Suami mereka stress karena tidak dapat jatah selama seminggu. Sampai-sampai ada seorang suami yang menggugat organisasi yang menyerukan kaum wanita di kenya agar mogok sex.

Berikut berita selengkapnya :

James Kimondo kepada wartawan di luar gedung Pengadilan Tinggi Nairobi mengatakan istrinya mngikuti seruan mogok seks menyebabkan Kimondo tidak nyaman dan susah tidur. "Saya mengalami gangguan mental, stres, sakit punggung, dan kehilangan konsentrasi," katanya.

Tidak ada laporan resmi menyebut berapa banyak wanita di negara itu yang mengikuti mogok seks yang berakhir, Rabu (6/5).

Minggu lalu, organisasi perempuan Kenya memang menyerukan kaumnya untuk melakukan mogok seks selama tujuh hari. Sasarannya bukan pasangan mereka, tetapi untuk meminta perhatian atas situasi politik yang mencekam negeri itu.

Ada yang menilai bahwa mogok seks sebagai aksi tanpa kekerasan adalah bagus. Mereka menyebutnya "Gandhi di kamar tidur." Namun, ada pula yang menentang dan menganggap ini sebagai pelanggaran hak seks dalam rumah tangga.

Namun, meski ada perbedaan pendapat, semua setuju bahwa ini adalah aksi simbolis yang banyak menarik perhatian, dan ini ada baiknya karena kritik terhadap perebutan kekuasaan di kalangan politisi Kenya muncul di mana-mana. Penyelenggara mogok seks ini bertujuan memprotes mereka.

Berbagai koran di Kenya menyoroti sulitnya kerja sama antara Presiden Kibaki dan Perdana Menteri Odinga, dua partai yang bersaing. Kedua pemimpin sudah tidak berunding lagi.

Awal tahun lalu, di Kenya selama dua bulan terjadi krisis yang hampir meruntuhkan negara itu. Ini menyusul hasil pemilihan presiden yang banyak ditentang dan berbagai kerusuhan politik. Pemerintahan hampir tidak jalan lagi. Partai yang berkoalisi terus saja berselisih.

Berbagai janji reformasi tidak ada yang dipenuhi, baik itu tentang peraturan kepemilikan tanah, kasus korupsi, ataupun tentang kinerja polisi. Penyusunan konstitusi baru juga belum dimulai. Semua pembaruan ini penting untuk menghindari krisis seperti tahun lalu.

Penengah internasional Kofi Annan tetap khawatir karena para pemimpin Kenya tidak memenuhi janji mereka. Dalam perundingan tahun lalu, ia menekankan kekerasan politik yang terjadi di Kenya menunjukkan adanya ketimpangan sosial di negara itu, misalnya antara penduduk kaya dan miskin.

sumber : bbc,kompas

Posting yang berhubungan



1 komentar:

Dewa said...

aneh...

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar anda untuk artikel ini :)